Monday, 4 March 2013

Single Sex Education



Single Sex Education is one of systems in the school education in the world. This system has been chosen by many countries which are majority of muslim such as Indonesia and Saudi Arabia. Some of areas in Indonesia still use this system because it is more specific and focuses in one gender.
The first, why we have to choose this system because it has differences place. Where the girls and the boys have their own class so it will decrease the incompability between them because the girls and the boys are different in thinking and doing something. That why this system is useful because the girls or the boys can focus in learning process because they are in the same gender and finally can increase their capability in the school.

The second, this system has differences rule. We can call this system muslim’s rule because there is limitation of interaction between the girls and the boys. As we know that in islam they can not gather together in one place because it can increase their sin when in speaking until see each other in learning process. In psychology it will increase the compatibility when they always meet and share anything until they feel more comfortable and finally falling in love. In Fact, this is one of reasons why many girls pregnant before get merried. So, this rule want to make the girls or the boys focus in worship and learning process so they can increase their comprehension and will not do something wrong.
Single sex education is the great system because it has differences place and rules that can make the girls or the boys can focus in learning process and worship. Finally increase their capability and comperension, so they can be a success students in academic and morals (religion).

Tuesday, 26 February 2013

GRAMMAR TRANSLATION METHOD



A.          Definition
The Grammar Translation Method is the oldest method in the world of pedagogy. The grammar-translation method is a method of teaching foreign languages derived from the classical (sometimes called traditional) method of teaching Greek and Latin.
The Grammar Translation Method (GTM) used in teaching English as a foreign language (TEFL) focuses on reading and writing. Language is taught through translation methods, contrasting and comparing the native tongue to the learned language. GTM focuses on sentence structure, grammar, vocabulary and direct translations of the native language to English. The method requires few resources to teach, normally just the use of textbooks or translated passages.
There is not usually any listening or speaking practice, and very little attention is placed on pronunciation or any communicative aspects of the language. The skill exercised is reading, and then only in the context of translation.
The grammar-translation method was the standard way languages were taught in schools from the 17th to the 19th century. The grammar-translation method is still in use today in hybrid forms in many different countries, including many parts of India.

Monday, 31 December 2012

Tahun Pengguncang Jiwa


Ya Allah, tahun 2012 adalah tahun yang sangat menggilakan sekaligus membahagiakan buatku. Maka biarlah tahun 2012 kunamai tahun pengguncang jiwa. Yah, di tahun ini ada sebuah kisah yang masih kulalui dan tak kalah menyiksa yang masih berlanjut tanpa tahu apakah akan berakhir baik atau sebaliknya dan di tahun ini pula usia belasanku harus berakhir di “19 Tahun” dan akan berganti dengan puluhan di tahun 2013 “Next 20 Tahun”. 

# UNHAPPY
1. Aku kalah seleksi debate untuk kesekian kalinya dan itu membuatku menghentikan harapan di tahun 2012
2. Banyak orang aneh. Sikap dan tingkah mereka banyak yang jelas tak kusukai dan tak kumengerti, jika kuhitung-hitung hampir .0 an. Astagfirullah..... huft...
3. Semakin mendekati akhir tahun Aku semakin jauh dari Allah dan tak merasakan ketenangan serta kekusyukan. Aku hilang. Maka kembalikan Aku ya Rabb........
4. Aku sering menangis
5. Nilai dari beberapa Dosen mengecewakan padahal telah kuperlihatkan bukti sampai mulutku berbusa-busa menjelaskannya.
6. Sama seperti tahun lalu, Pelukan Ibu dan kebersamaan dengan orang terkasih tetap kurindukan meskipun itu mulai bisa kuatasi sedikit demi sedikit. Sekarang Aku bisa lebih mandiri termasuk mengurusi masalah pribadi. Thanks for Brother :D

      #HAPPY
1. Bergelut dalam berbagai organisasi. Salah satunya FLP dan dengan tiba-tiba harus ikhlas meskipun sedih ketika harus menjadi koordinator kaderisasi setelah kepergian Ka Arif dan Ka Yayat tercinta. tegaaaaaaa kalian :( .
2. Jadi pelayan terpilih Semester III di mata kuliah pilihan Second Language Acquisition “Mr. Nasiruddin Sainu” menyisakan kisah lucu dan menegangkan
3. Mc Seminar kemahasiswaan, pelantikan pengurus FLP 2012-2013, Pilar dll, Jadi seksi konsumsi 3 kali dll hee menambah pengalaman dan menumbuhkan kepercayaaan diri
4. Bertemu Penulis-penulis terbaik se indonesia di Fort Roterdam setelah Up-Grading trus lnjut knlan bule bareng Kio heee
5. Nonton Bioskop "Reza Rahardian & Aca Septriasa. Reza & BCL", Kebersamaan dan pengalaman bersama Kio jelas terasa hee
6. Akhirnya 2 karyaku telah dibukukan “Antologi Puisi (Untuk Para sahabatku), Permata Kasih Untaian Cinta untuk Ayah dan Ibu”
                              
8.       Blog~Q An~Nur :D yang menjadi tempat curahan hatiku
9.     Aku yang tidak suka baca akhirnya bisa melahap 1 buku bantal “Meraih Cinta Ilahi (Sufi’s Book “Zunnun Al Misry :D)” dan 1 novel “Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin” Tere Liye(Syukron KioQ sayang :D) yang kubaca sampai habis dan beli buku 11 biji hehehe
10.    Pindah kamar kost
11.    Punya Kartu rekening
12. Akhirnya bisa berbagi dengan anak kecil trus punya ponakan lucu nan menggemaskan
14. Punya barang dll yang akhirnya sudah punya sendiri *kasianta Nur, sabarq nah, Makanya sukses cepat hehe*
   15. Penggalangan Dana dengan Jual Pisang Goreng seres sampai malam untuk acara pelantikan pengurus bersama pengurus FLP menjadi moment yang tak terlupakan hee
      
HOPE
1. Lebih diteguhkan keimanan dan SUKSES Dunia Akhirat “Lebih taat, baik, benar serta dicintai Allah dan orang terkasih, aamiin :D”
2.  Hafal jus 30
3.  Terhindar dari kemaksiatan dan ketidaktenangan jiwa serta penyakit, aamiin
4.  Ipk melewati standart beasiswa
5.  Dapat beasiswa
6.  Keluar Negeri
7.  Karyaku kembali dibukukan
8.   Tidak ada lagi benalu yang mengganggu ketenangan batin dan kedekatanku dengan Allah
9.   Diberikan kelembutan hati dan dikuatkan pendirian serta sukses secepatnya
10. Kebaikan, kesehatan, Kecantikan hati, Kekayaan ilmu, kelembutan, kekhusyukan, kesabaran, keteguhan iman, kemuliaan, kekuatan, rezki dan keindahan akhlak dicurahkan padaku dan semakin diteguhkan aamiin

Wednesday, 26 December 2012

Ya Allah, Aku benci dan teramat sayang pada Kio

Kio, kio, kio. Dia saudaraku yang sangat menggemaskan. Yah,  Dia keras kepala, cerewet, penuh tanda tanya, dan terkadang kekanak-kanakan juga menjengkelkan namun tak kalah periang, perhatian, penyayang, bersemangat, baik hati, dan senang berbagi ilmu dll :D

Karena Kio Aku sering jengkel *bercandanya terkadang berlebihan*
Karena Kio kami terkadang gosipin Ms. A**i hee
Karena Kio badanku sering lebam dan merah *dipukul dan dicubitnya, terkadang tanpa alasan yang jelas*
Karena kio Aku sering marah karena ia sering mengeluh dan telat makan. Yah, hampir sama denganku hehe
Karena kio Aku sering pusing *Dia diam dan menyendiri tanpa tahu mengapa*


Namunnnnnnnnnnnnn........................................ :D:D:D:D:D:D

Thursday, 20 December 2012

Habibie Ainun



Setelah nonton Habibie Ainun rasanya amazing. Ada bahagia, lucu, tegang, menyedihkan, juga motivasi,  pokok nya campur aduk kayak gado-gado hehehe. Jujur, banyak hikmah dan pembelajaran yang saya dapatkan dari kisah nyata mereka diantaranya :

1. Sebaiknya segerakan menikah setelah saling mengenal. Karena pacaran setelah menikah lebih indah dan  menyenangkan. Banyak hal baru yang akan menghadirkan tawa hingga tumbuh pula rasa kasih sayang dan kebahagiaan. Hal terpenting terhindar dari kemaksiatan
2. Cinta tidak bisa diukur dari harta dan jabatan. Namun dengan kesetiaan lewat rasa saling menerima, menghargai, pengertian dan saling menyayangi. Selain itu hidup sederhana dan mensyukuri segala yang ada adalah hal terbaik
3. Mencintai karena hati dan apa adanya juga menjadi faktor terkuat timbulnya kesetiaan dan ketulusan cinta
4. Semakin banyak pengalaman pahit yang dilalui bersama maka akan semakin kokoh pula cinta bagi keduanya
5. Takdir hanya Allah yang tahu. Contohnya Pak Habibie lebih dulu mengidap penyakit namun pada akhirnya Ibu Ainun yang lebih dulu berpulang
6. Tak ada yang kebetulan di dunia ini. Setiap perjumpaan adalah takdir dan setiap kenangan menjadi perekat kekuatan cinta
7. Perasaan tak akan ada habisnya bagi yang ikhlas, tulus dan besar rasa cintanya sehingga tak pernah merasa bosan pada pasangan
8. Manusia berusaha dan Allah yang menentukan. Jangan pernah mengenal kata menyerah dan terus berjuang karena tak ada pengorbanan yang sia-sia
9. Jangan terlalu mencintai sesuatu karena bila suatu saat ia pergi maka sakitnya pun akan jauh terasa lebih perih dan menyakitkan
10. Manusia ada karena Cinta. Dan bagi yang setia, cinta tak akan bisa hilang dan tergantikan meski waktu memisahkan.
11. Berpegang teguh pada prinsip dan nilai agama adalah sebuah kewajiban dan keharusan agar kita tidak mudah diombang ambingkan oleh keadaan sekitar. Termasuk kecintaan pada dunia yang hanya sementara.

Monday, 17 December 2012

Alhamdulillah :D


Alhamdulillah, Aku menjadi manusia pilihan yang terlahir sebagai orang islam yang hidup dengan kesempurnaan dan menjadi kaum Nabi Muhammad yang hanya Beliau Nabi yang mampu memberikan syafaat pada kaummnya di akhirat kelak. Alhamdulillah, Aku terlahir sebagai anak kelima yang dinilai pencair suasana dalam keluarga dan sebagai seorang perempuan yang diberi rasa kepedulian, kasih sayang dan kelembutan melebihi pria. Alhamdulillah, dari sekian anak yang terlahir ke dunia. Aku terpilih menjadi anak petani yang hidup dengan sederhana, Alhamdulillah karena lewat kesederhanaan itulah Aku banyak belajar akan arti kesabaran, bersyukur dan merasakan kebahagiaan yang tak terhingga yang juga dikarenakan cinta setia dan tulus dari kedua orang tua, kakek, juga kakak adik yang teramat kucintai karena Allah.

Alhamdulillah, Aku memiliki tubuh yang sempurna. Mampu berjalan dan beraktivitas seperti orang lain. Aku punya dua tangan, kaki, juga wajah yang normal, termasuk tinggi badan yang banyak membuat temanku iri karena mereka memiliki masalah tinggi badan. Alhamdulillah, Aku bisa mengenyam bangku pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA hingga mendapatkan 2 undangan bebas test masuk perguruan tinggi ternama di Makassar yaitu UNHAS dan UNM dan sekarang bisa menempuh pendidikan di jurusan pendidikan bahasa inggris UNM dan bertemu dengan orang-orang baik dari berbagai daerah dengan jurusan yang Insya Allah menjamin masa depan cerah. Teman-temanku Cerry Bell (Nurul, Afni, Rani, Azmy, Bia, Une, Farida, Woro). Alhamdulillah, Aku mendapatkan keluarga, teman (Bone: Ka Ana, Priska, Ka Mery, Ka Ibba, Kisna, dll). Kakek (H. Sidding, H. Rapi) nenek (Hj. Nurhaya, Hj. Alang) yang sabar dan penuh cinta, Ayah (Bahru) yang sabar, Ibu (Hj. Mardiana) yang taat, Kakak2 (Bahyana, S.Psi., Erwin Aswifar Bahru, S.T., Briptu Ahmad Adil Bahru, Nursyariha Bahru, Nur Hikmah Lestariana Bahru, Fatimah Nur Salsabilah), Ipar (Asranuddin, Amir Setiawan), ponakan (Aqilah putri Ayra Patoppoi, Humaira Ramadhani), juga orang yang telah mengajariku banyak menangis namun mendapatkan banyak pelajaran berharga, Terima kasih banyak. Mereka adalah orang-orang baik yang mencintaiku dengan tulus dan penuh kesehajaan. Terima kasih ya ALLAH kau hadiahkan mereka hingga hadir menghiasi sisa hidupku.

Sunday, 2 December 2012

Bonus Cinta Dari ALLAH


Jika ada orang yang bertanya “Apakah kau sudah punya waktu untuk ALLAH?”. Harap Jangan katakan “Aku telah  punya waktu”. Tapi katakanlah “Alhamdulillah, Aku masih diberi waktu untuk merasakan kedekatan dengan ALLAH. Maka akan kupergunakan bonus cinta ini agar ALLAH semakin mencintaiku.

Assalamu alaikum wr.wb. saudara(i)ku yang kucintai karena ALLAH. Dengan mengharap cinta dan ampunannya semoga kita senantiasa dilimpahkan nikmat iman, cinta, kesehatan, kebaikan dan kebahagiaan dalam menjalani setiap lika liku dunia yang fana ini.
Tidak lupa shalawat dan salam kepada junjungan Nabi besar Muhammad s.a.w. yang berkat Beliau kita masih bisa merasakan indahnya islam dan menjadi manusia-manusia pilihan yang hidup di masa ISLAM (Ali-Imran ayat 110 “Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia,  (karena kamu) menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, beriman kepada ALLAH dst.”)) yang merupakan agama terakhir yang sempurna dan diridhoi Allah. Selain itu menjadi kaum Rasullullah sang kekasih ALLAH yang hanya beliau Nabi yang mampu memberi syafaat  pada kaumnya kelak. Alhamdulillah.
Saudara(i)ku, betapa ingin saya bercerita banyak hal pada kalian. Karena berbagi adalah hal yang akan membuat hubungan kita akan semakin akrab dan menumbuhkan kasih sayang. Tentunya dengan pembahasan yang akan semakin menumbuhkan keimanan dan kecintaan diantara kita dan utamanya pada ALLAH. Maka sebelum saya mulai bercerita, saya ingin mengatakan AKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH SAUDARA(I)KU. Semoga kini ada guratan senyum manis nan merekah diwajahmu. Karena senyum adalah energi positif yang akan menumbuhkan optimisme, perasaan senang yang juga berdampak pada kesehatan dan tentunya sebagian dari iman. Smile ^___^
Bercerita tentang waktu. Waktu adalah kesempatan yang tak akan pernah terulang. Detik pertama, menit ke 3,  jam 5 ada tanggal 8 bulan Februari di tahun 2012 terlewatkan begitu saja dan akan berlanjut pada detik, menit, jam, dan tahun yang berbeda.
Setiap waktu yang dilalui akan terus membawa kita pada lembaran baru yang tak akan pernah kembali. Namun jangan bersedih. Selama tarikan nafas ini masih ada. Maka kita masih punya waktu dan kesempatan. Waktu kan bonus cinta dari ALLAH. Dan ketahuilah manusia itu berproses. Jadi jangan salahkan waktu. Kita hanya harus menatap kedepan dan menjadi pribadi yang lebih menghargai waktu. Mari introspeksi diri.........
Saudara(i)ku, waktu juga mengingatkan pada kematian, bukan begitu?. Yah, sehebat, secantik, sekaya dan seapapun namanya seseorang. Pada akhirnya mereka akan mencumbu yang namanya kematian dan waktulah yang setiap detik, menit, jam, bahkan tahun yang akan mengiringi kita menuju kematian. Itulah alasan mengapa kita tidak boleh berbangga diri. Karena tak ada manusia yang sempurna dan abadi. Maka jangan terlalu merasa bangga terhadap kesuksesan Anda. Karena itu hanya sementara dan merupakan ujian, sedang waktu semakin cepat berlalu. Bukan begitu?
Seperti sekarang. Kita merasakan bahwa waktu begitu cepat berlalu. Tak pernahkah Anda menyadari bahwa baru saja Anda membuka mata. Anda menyambut pagi dan mengerjakan sebagian kecil tugas harian. Dan ternyata tanpa Anda sadari malam kembali datang menyapa. Maka begitulah kita, Sering juga dikelabui oleh waktu. Dikira masih pagi, eh ternyata sudah sore hehehe. Maka dari itu sadarlah akan waktu. Jangan sampai penyesalan itu datang karena kita menyepelekan waktu. Dan ketahuilah sesungguhnya kita hidup untuk mati. Tempat kekal kita adalah akhirat dan kita akan sampai kesana setelah melewati yang namanya kematian. Dan kembali, bahwa waktulah yang sedang mengintai kita menuju kealam keabadian.


Friday, 6 July 2012

Let's Thanks To God



Assalamu alaikum wr.wb. Alhamdulillahi rabbilalamin saudara(i)ku yang teramat kucintai karena Allah. Segenap limpahan rahmat dan karunia dari Ilahi tiada habisnya tercurah untuk kita segenap umat manusia. Begitupun Rasulullah yang dengan sabar lewat perjuangannya yang hingga nafas terakhir tetap memperjuangkan agama Allah demi kemaslahatan umatnya hingga sekarang sehingga kita pun masih hidup dengan tenang tanpa peperangan dan pertumpahan darah. Negara kita tercinta Indonesia yang masih bisa menjalankan perekonomian. Tidak seperti sauadara kita di belahan dunia lain yang harus menahan lapar dan haus bahkan dibantai seperti yang terjadi di irak dan masih banyak lagi.

         Saudaraku pernahkah kita berpikir akan penderitaan saudara kita? Akan kemanakah kita setelah ini? Tidak merasa pilukah kita bila melihat saudara kita yang telah kembali keharibaannya tewas secara mengenaskan bahkan diperkosa dan dikebiri terlebih dahulu? Marilah kita merenung sejenak atas apa yang terjadi di sekitar kita.

          Bersukurlah karena saat memejanmakan mata dan kita masih bisa merasakan setiap hembusan angin , lingkungan yang aman tanpa ada tangisan dan teriakan pemberontakan. Nah, apa yang Anda rasakan? Sadarkah kita dengan penuh kesadaran bahwa cinta Allah masih tercurah bagi kita yang masih saja berbalut lumpur dosa ini? Adakah kata “Alhamdulillah” atau “Terima kasih ya Allah atas segenap karuniamu” yang terucap oleh bibir Anda ataukah hati Anda wahai saudaraku? Pernahkan kita mengucap rasa syukur itu?

Apakah Anda pernah berpikir atas apa yang sebenarnya kita cari di dunia ini? Untuk apa kita hidup? Kemana kita akan kembali? Untuk apa semua itu saudaraku jika bukan untuk meraih cinta Allah. Sungguh beruntunglah saudara-saudara kita yang telah mampu merasakan cinta Allah dengan penuh khitmat karena bersyukur.

Mereka adalah orang-orang yang merasa rugi waktunya terlewatkan bila tidak menyebut asma Allah. Orang-orang yang hatinya senantiasa berzikir dan merasakan kenikmatan iman karena mengemis dan mengharap cinta dan ampunan Allah. Indah sekali, teramat menentramkan jiwa bila kita bisa merasakannya dan Tahukah Anda?

Wednesday, 13 June 2012

Masih Inginkah Anda Marah ?




Assalamu alaikum wr.wb. Apa kabar saudaraku? Semoga Anda tetap dalam keadaan sehat walafiat dan hati-hati ini tetap dibelai lembut oleh keimanan, ketakwaan, Ketulusan, Keikhlasan, dan Kecintaan pada sang penguasa hati dan penguasa atas segala sesuatu ALLAH S.W.T. aamiin.

Saudaraku, Masih inginkah Anda Marah? kali ini inilah yang akan saya bahas tentang Marah yang merupakan salah satu emosi pokok yang ada pada diri setiap manusia, selain bahagia, sedih dan masih banyak lagi. Membahas tentang marah, pasti setiap orang pernah merasakannya bahkan terkadang sukar untuk kita elakkan dalam kehidupan sehari-hari. Yah, ada-ada saja hal yang membuat emosi yang satu ini tumbuh dan berkecamuk dalam diri setiap insan.

Saudaraku, memang sulit benar mengendalikan emosi yang satu ini. Apalagi bila kita sudah dihadapkan oleh banyak masalah dan kemudian datang lagi masalah baru yang secara tidak sengaja telah membawa kita pada siklus yang semakin memancing emosi hingga timbullah rasa marah. Situasi dan kondisi yang tidak baik seperti inilah yang sering membawa kita pada kebodohan, dosa  yang merupakan jalan bagi syetan untuk lebih menjurumuskan kita pada sikap yang tidak terpuji. Perlu kita ketahui bahwa marah hanya akan menimbulkan kemudaratan dan penyesalan dan merupakan tindakan orang-orang bodoh.

Thursday, 7 June 2012

Komitmen Cinta Menuju Ke Arah Pernikahan



Assalamu alaikum wr.wb. Saudariku, pada pembahasan kali ini penulis akan membahas tentang komitmen cinta sebelum menuju jalinan pernikahan. Sebelumnya kita sudah tahu bahwa Cinta adalah rasa yang akan terus terasa dan terniang dalam jiwa dan sanubari setiap insan yang merasakan keindahannya. Maklum saja cinta itu ada di dalam hati setiap manusia dan merupakan fitrah serta mampu membawa nuansa bahagia bagi mereka yang menjalaninya termasuk yang sedang menjalani komitmen. 

Mengapa penulis selalu mengangkat tema cinta sama seperti postingan lalu berhubung banyak hal yang menginspirasi penulis akhir-akhir ini mengenai arti dari sebuah kata cinta:)

Saudaraku, membahas tentang cinta pada lawan jenis pasti membicarakan tentang cinta dua insan. Cinta yang masih sebatas     suka dan masih jauh untuk menuju kejenjang pernikahan. Untuk menguatkan jalinan cinta biasanya remaja menempuh komitmen. 


Menurut penulis komitmen adalah hal yang lebih sakral daripada janji. Dalam komitmen terdapat dua individu yang saling mengikat janji dan itu tertuang dalam bentuk tindakan menuju ke arah yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Berbeda dengan janji yang bisa dilakukan oleh satu pihak saja.Dalam komitmen juga seakan mempertaruhkan segala hidupnya dan keyakinannya bahkan harga dirinya sebagai seorang yang betul-betul tangguh dan bisa dipercaya.

Menurut penulis menjalin komitmen atas dasar cinta tanpa ada hubungan pernikahan atau khitbah sama saja dengan pacaran. Bila bisa dikatakan dengan kata kasar yaitu tergolong zina. Memang niatnya baik karena ingin menjalankan perintah Allah dan sunnah Rasul. Namun proses yang dijalani jelas tidak dibenarkan dalam islam karena tidak ada ikatan yang jelas. Selain itu komitmen hanya sebatas dua individu tanpa diketahui keluarga kedua pihak tanpa. 

Hubungan komitmen saya katakan sama dengan pacaran karena semua dilakukan seperti smsan, bertemu yang membuat hubungan keduanya semakin intens terjalin karena sama-sama memiliki perasaan cinta. Yah aktivitas saling berbalas pesan, ketemuan hingga sering membayangkan wajah sang kekasih semua sudah menggambarkan aktivitas orang yang berpacaran dan termasuk zina. 

Inilah yang tengah terjadi dikalangan kaum muda yang sedang asyik menjalankan komitmen yang setahap demi setahap ternyata telah dibawa pada suatu dimensi oleh syetan yang bernama jurang kemaksiatan.

Saturday, 2 June 2012

Thanks For Loving Me Because Of Allah :)


Ditengah sudut kesunyian malam dadaku tak hentinya sesak karena kegalauan yang tak berkesudahan. Tapi Allah maha pengasih dan tahu akan keresahan yang melanda hambanya. Malam itu Allah pun menjabah doaku. Hp yang berada di atas meja belajarku tiba-tiba berbunyi. Tanda ada pesan masuk.

Tampaklah pesan baru yang panjangnya tidak lebih dari satu paragraf. Untaian kata yang kubaca perlahan lembut merasuk kedalaman sukmaku. Kurasakan sanubari ini kian membuncah dan seakan membawaku pada dimensi keestetikan sang fana yang semakin bertahta dalam jiwa ragaku.

Sontak Aku berlari menuju teras kamar dan kusandarkan ragaku pada tiang sambil mengatur setiap hela nafas yang semakin tak menentu. Kulihat dedaunan menyapaku dengan tariannya yang indah nan mendayu, Bintang-bintang ikut berpesta dengan sinarnya yang tampak lebih terang. Angin malam pun ikut membelai lembut ragaku hingga gaunku berkibar.

Mataku langsung berbinar-binar, senyumku kian merekah. Yah, harapanku selama ini telah ada dalam genggaman dan kini sedang kudekap erat bersama sang waktu. Aku hanya bisa terdiam sambil menikmati nuansa malam. Tak mampu kubahasakan perasaanku malam itu. Yang ada hanya senyum dan mata yang berkaca-kaca hingga bulir-bulir air mataku tepat membasahi kedua pipiku.

"Ya Allah, Kini telah kutemukan hatiku dalam relung jiwanya" Ujarku penuh rasa syukur tak bertepi dengan raut wajah berseri.

Thursday, 31 May 2012

Thanks A Lot Of For Today Ya Rabb


Terima Kasih Tuhan atas nikmat tiada tara yang Engkau anugrahkan dalam setiap hela nafasku

Terima Kasih Tuhan atas kasih sayang yang senantiasa ADI tunjukkan padaku

Terima Kasih Tuhan atas makan malam yang indah bersama saudariQ http://www.facebook.com/reski.sululing 

Terima Kasih Tuhan atas limpahan Pulsa malam ini

Terima Kasih Tuhan atas kekuatan karena Aku bisa mengerjakan tugas

Dan Terima Kasih Tuhan karena Engkau tidak pernah berhenti mencurahkan kasih sayangmu pada Hamba meskipun Hamba sering salah dan khilaf dalam menunaikan perintahmu

Everything just because of You

I LOVE ALLAH

Saturday, 26 May 2012

Akhwat Gaul~Q




Engkau adalah pelita
Sang penerang di setiap kegelapan sanubari

Engkau adalah Wadah
Pengisi kekosongan insan yang haus akan sentuhan iman dan kasih 

Engkau adalah Berlian
Berkilau karena iman dan takwa yang dihiasi senyuman indah nan merekah hingga tak ternilai


Itulah SaudariQ Reski Sululing
Akhwat enerjik, bersahaja, lagi suci karena keistiqomahannya :)



LOVE YOU CAUSE ALLAH

Wednesday, 23 May 2012

Kucintaimu Karena ALLAH



Membahas cinta tidak akan pernah ada habisnya sampai kapanpun. Tegok saja kehidupan sekitar kita bahkan film yang hingga kini kita tonton. Tidak ada yang tidak tanpa cinta. Yah, pasti ada keluarga, kasih sayang, konflik, percekcokan yang kesemuanya didasari atas rasa cinta pada sang terkasih.

Namun apa jadinya bila cinta itu terus dipendam dan tinggal menggumpal dalam relung jiwa?. Anda mungkin akan sakit dan tidak akan bisa menemukan kebahagiaan Anda sendiri. 

Inilah letak kegunaan cinta. Cinta tidak memberi kelemahan apalagi kebodohan tapi kekuatan untuk lebih tangguh dalam menjalani hidup.
Allah telah menghadiahkan cinta dalam sanubari setiap insan. Hal yang merupakan fitrah dan merupakan kunci kebahagiaan nan hakiki.

Cinta itu sangat indah lagi mempesonakan. Setiap hal yang membuat kita mati rasa berubah menjadi suka dan kerinduan yang sangat kita harap untuk kembali kita rasakan. Inilah cinta yang tampak konyol dan tak akan mampu untuk diutarakan dengan alasan karena cinta tidak mampu memberi alasan.

Saudaraku, berbeda dengan postingan sebelumnya. Kini saya akan bercerita tentang cinta terhadap lawan jenis terkhusus cinta terhadap sahabat. Hal yang selalu dinanti dan terus didalami oleh setiap insan yang merasakan kehangatan dari kehadirannya. Bukan begitu?

Menurut saya pribadi cinta adalah rasa yang tidak mampu untuk diucapkan dengan kata-kata. Tapi lebih kepada perbuatan dengan dasar niat dan ketulusan serta keikhlasan hanya karena Allah. Orang yang mencintai kita tidak hanya mau menerima kelebihan tapi juga kekurangan kita dengan cara menutupinya dengan sejuta kelebihan yang ia miliki.
***
Mencintai seseorang yang ternyata mencintai orang lain memang sangat membuat kita terenyuh tak tertahan. Bagaimana tidak. Apalagi bila kita telah menjalin sebuah hubungan persahabatan atau kekeluargaan yang harus kita ubah menjadi hubungan antara lawan jenis yang bertujuan ke arah pernikahan. Mungkin pembahasan sedikit melebar ke arah pernikahan. Tapi itulah fakta yang terjadi.

Banyak persahabatan yang terjalin dan tanpa disadari berlanjut ke jenjang pernikahan. Dimana banyak terjadi salah seorang dari pelaku persahabatan ternyata jatuh hati pada sahabatnya sendiri yang merupakan lawan jenis.

Inilah bukti mengapa Allah melarang kita untuk terlalu akrab dengan lawan jenis. Tapi karena hasrat dan rasa yang semakin membuncah membuat sebagian orang terutama pelaku persahabatan sering kelewat batas dalam menjalani persahabatan.

Bagi penulis sahabat sejati dan harus kita jaga untuk meraih cinta sejati adalah amal. Karena hanya amal yang akan menemani kita saat jasad bersemayam dalam liang lahat hingga menghadap pada sang penguasa diatas segala kuasa.

Kembali pada pembahasan bahwa persahabatan sering menimbulkan rasa cinta. Rasa cinta yang terkadang membuat salah satunya hanya diam dalam rasa. Ketahuilah bahwa hal ini tidak baik bagi diri Anda.

Alangkah baiknya jika cinta itu diutarakan. Dengan terlebih dahulu mempersiapkan diri atas konsekuensi yang akan di dapatkan. Semua insan berhak mencintai tapi tak berhak memaksa untuk dicintai.

Hal yang sebenarnya sering menimbulkan rasa cinta dalam persahabatan ialah karena adanya kecocokan dan ikatan emosional yang baik antara keduanya. Hingga tak jarang banyak orang yang menjalin persahabatan kemudian memutuskan untuk menikah.

Penulis akan mengungkapkan beberapa diantaranya :
1.    Kesamaan sifat. Sifat adalah hal yang terkadang sulit untuk kita terima. Namun dalam persahabatan dua orang akan saling mendalami sifat dan karakter masing-masing. Hal ini secara tidak sadar menyatukan perbedaan dan menimbulkan penerimaan karakter antara keduanya. Yang pada akhirnya akan menimbulkan kenyamanan hingga timbullah rasa cinta.

2.   Tujuan hidup yang sama. Misalnya si A dan si B sama-sama ingin melanjutkan kuliah dan meraih cinta-cinta baru kemudian menikah. Hal ini membuat mereka tahu bahwa sebenarnya mereka memiliki tujuan hidup yang sama. Apalagi hal tersebut pencapaian dalam hidup dan telah dipertimbangkan dengan matang. Hingga salah seorang pelaku persahabatan tidak akan merasa kesulitan dalam menyatukan arah hidup kedepannya karena adanya kesamaan tujuan dan arah hidup.

3.    Penerimaan dan pendalaman karakter. Seorang sahabat pasti akan mendalami karakter sahabatnya hingga terus belajar untuk menyeimbanginya hingga terciptalah rasa penerimaan yang tanpa sadar menimbulkan kecocokan dan hinggaplah rasa cinta antara keduanya.

4.    Kepercayaan dan pengertian. Kedua hal ini merupakan hal penting dalam menjalin hubungan. Di sini pulalah seorang sahabat akan menilai moral dan sikap dari sahabatnya. Apakah ia orang yang amanah, dewasa atau pengecut. Dan mau atau tidak bila karakter yang kita idamkan ada pada sosok sahabat maka ia pun akan semakin kagum yang kemudian menimbulkan rasa cinta dan lebih menyayangi disertai rasa untuk memiliki.

5.    Keterbukaan. Menjalin hubungan persahabatan jelas berbeda dengan percintaan. Percintaan lebih banyak hanya menunjukkan kebaikannya saja dengan tidak mau tampil apa adanya dengan karakter yang sebagian mencoba ia sembunyikan. Berbeda dengan sahabat yang tampil apa adanya hingga tampil senatural mungkin. Keindahan natural yang ia pancarkan apalagi dengan attitude yang bermartabat mampu membuat sahabatnya semakin jatuh hati.

Sebagai kesimpulan, jalanilah hubungan persahabatan dengan tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran, pengertian, keterbukaan, kebaikan dan seterusnya. Tapi jika Anda terlanjur mencintai sahabat Anda dengan sikon yang mendesak serta pertimbangan yang matang dan mampu memberi kemaslahatan. Maka alangkah baiknya jika Anda tidak memendam rasa itu. Yah, cinta itu fitrah, itu naluri dan kita berhak mencintai. Namun kita pun harus menerima apa yang akan terjadi setelah pengutaraan itu. Percayalah selama penyampaian dan perlakuan kita baik pasti akan berbuah manis lagi indah. Mengingat sahabat Anda telah mengenal Anda dengan baik luar dalam yang tentunya akan mampu mengerti dengan apa yang menjadi perasaan Anda karena sejak lama terlatih untuk saling memahami dan menerima karakter masing-masing. So, Jangan takut mengutarakan cinta apalagi jika harus memendam cinta dalam hati.

Semangat para pengarung persahabatan. Jadilah diri sendiri dan cintailah seseorang hanya karena Allah. Karena segala sesuatu yang hanya karena Allah, maka bahagianya akan lebih nikmat dan abadi serta berlipat ganda. Yah, kesempurnaan, keindahan dan segala sesuatunya berasal dari Allah.

Maka detik ini juga Saya ingin mengatakan ”AKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH SAHABATKU. Terima kasih sudah menjadi salah seorang pengukir perjalanan hidupku dan menghiasinya dengan suka duka dan cinta karena Allah.”

My Soul In Cleopatra



Pagi yang cerah kembali menyapa. Sama seperti biasa. Secangkir teh hangat dan semangkuk bubur selalu menjadi menu sarapan pagiku. Itulah teman setia saat Aku akan memulai aktivitas.

Sejak kecil aku mengidap penyakit akut yang mewajibkanku untuk sarapan tepat waktu. Apalagi dengan kesibukan yang semakin padat sebagai mahasiswa. Tapi itu semua selalu kujalani dan kunikmati sebagai karunia dari Allah yang maha kuasa terhadap diriku. Nikmat iman, hidup, keluarga, hingga percintaan sering aku utarakan lewat facebook.

Pagi itu sukmaku kembali bersua. Kutorehkan untaian nada indah di akunku. Facebook yang secara tidak langsung telah menjadi tempat curhatan sekian ribu orang juga telah ikut menjadi tempat curahan sanubariku dalam berbagi suka maupun duka.

Tanpa mengulur waktu. Kuambil notebook dan modem yang berada tepat di atas lemari baju. Merekalah yang setia menemani hari-hariku dalam mengerjakan tumpukan tugas kuliah sejak masuk di bangku perkuliahan. Hadiah terindah pemberian kedua orang tuaku ini menjadi bukti kerja kerasku selama bersekolah. Sejak SD hingga SMA Aku telah meraih prestasi baik di tingkat akademik maupun non akademik. Sehingga orang tuaku semakin protektif terhadapku dengan menghadiahkannya. Mereka ingin agar aku lebih fokus belajar dan mampu meraih cita-citaku.
***
“Wow???, Subhanallah, amazing.” Aku shock sambil memegang kedua pipiku yang tembem. Spontan aku terkaget-kaget saat melihat setiap statusku yang telah dua minggu kutinggalkan kini telah dihiasi komentar. Komentar yang sungguh mulia lagi bermakna dengan nada agung bertuliskan Subhanallah, Alhamdulillah, Masya Allah, dan Allahu Akbar.

Dia telah melukis indah dinding facebook milikku dengan balutan nuansa islami yang tampak semakin menawan. Kusorotkan mata bulatku pada foto profil pemilik komentar yang tampak pada dinding facebookku. Masya Allah, ternyata komentar itu berasal dari seorang ihwan.

“Masya Allah. Pantas saja komentar ini begitu membuatku terpukau. Ternyata dari seorang ikhwan” ujarku dengan nada bahagia.

Inilah awal dimana takdir mempertemukan kami lewat akun facebook. Setelah lebih dari satu minggu. Aku kembali bersua dengan dunia maya. Nyatanya, ia tidak juga beranjak menghiasi setiap statusku dengan komentar indahnya.

Aku yang mulai penasaran, tanpa berpikir panjang langsung menyapa untuk pertama kalinya lewat obrolan pesan facebook.

“Assalamu alaikum wr.wb. Afwan, cuman mau tanya apa akhi kenal sama saya?”

“Waalaikum salam wr.wb. Sebenarnya tidak ukhti. Tapi sekarang, saya mulai belajar mengenal ukhti”

Afwan, maksudnya?”

“Perkenalkan nama saya Muhammad Asyraf. Sekarang Saya sudah berusia 26 tahun dan berprofesi sebagai badan pemeriksa keuangan di gedung rektorat universitas Leader. Saya juga sudah menyelesaikan S1 dan S2 di Universitas Leader. Dulu saya seorang mahasiswa jurusan ekonomi akuntansi. Alhamdulillah, Saya tidak pernah pacaran dan belum menikah. Kalau ukhti fakultas dan jurusan apa?”

Membaca pesannya Aku langsung tertawa hingga perutku kesakitan. Bagaimana tidak. Dia seakan sedang memperkenalkan dirinya secara resmi di hadapan juri pemilihan kontes kontak jodoh. Pekerjaan, usia hingga status yang sedang disandangnya juga ikut Dia jelaskan tanpa Aku minta. Tapi karena menghargai prestasi yang telah Dia raih maka kubalas dengan pujian.

“Subhanallah. Prestasi yang sangat membanggakan. Semua karena Usaha, doa, kerja keras dan atas izin Allah. Saya mahasiswa hubungan internasional”.

Beginilah cara kami saling berbalas pesan lewat facebook yang menurutku terkadang lucu namun tetap bersahaja. Kegiatan saling berbalas pesan itu juga memberiku sedikit gambaran bahwa Dia merupakan seorang pria dewasa yang beragama, mapan dan berpendidikan. Itu terlihat dari penggunaan bahasanya yang baik.
***
Menjelang sore, sepulang dari kampus. Aku kembali membuka internet. Ku kerjakan tumpukan tugas kuliah yang baru kudapatkan dari Dosen tadi siang. Sambil mencari-cari bahan materi sesekali Aku membalas pesannya lewat facebook.

Rasa penasaranku kembali membuncah. Dia bertanya tentang alamat dan waktu luangku. Nyatanya, Dia ingin berjumpa denganku. Aku yang mulai merasakan hal aneh balik bertanya padanya

Afwan, harap jangan tersinggung, memangnya ada keperluan apa akhi ingin bertemu dengan saya. Apakah ada hal penting yang ingin akhi sampaikan. Saya rasa lewat sini juga bisa. Kan tidak akan menimbulkan fitnah. Apalagi menghemat biaya. Bukan begitu? J”.

Sejujurnya, Saya mau ketemuan sama ukhti karena ingin meyakinkan ukhti. Saya sudah menjatuhkan pilihan hanya sama ukhti. Sekarang Saya mau menikah dan semua yang saya cari selama ini ada sama ukhti. Apakah ukhti bersedia menerima khitbah Saya setelah bertemu?”.

Aku bingung dan tidak tahu harus berkata apa. Memori kisah cinta lama kembali terulang dalam benakku. Hal yang membuatku sering jengkel jika harus bergelut dengan dunia ini. Selalu saja Aku dibuatnya pusing tujuh keliling. Bukan cuman masalah Hardi, Wawan, Fahmi, Arman, Hamdan, Anton, Hadist bahkan Hadi pun tidak terima dengan keputusan yang telah AKu buat hingga mereka menghilang dan telah memutuskan hubungan silaturahmi diantara kami. 

Sebenarnya Aku tidak tega meleburkan setiap rasa dan harapan mereka terhadapku. Tapi rasa cinta itu tidak ada. Jiwaku pun tidak mampu untuk Aku temukan pada diri mereka. Lagi pula Aku tidak mau mengambil keputusan seperti pacaran yang tidak jelas arah dan tujuannya apalagi pernikahan membutuhkan kesiapan fisik dan mental.

“Cinta? Syifa sadarlah, sadar. Ini cuman pengaruh masa puber tahu. Nanti juga berlalu. Ini belum waktunya. Ingat janji .Apalagi kamu masih muda dan semua itu tidak mudah karena membutuhkan pertanggung jawaban pada sang khalik. Cinta bukan cuma masalah hati tapi juga masa depan seperti apa yang kelak akan terjadi bila terlalu dini dalam mengimplementasikan rasa cinta tanpa pengetahuan yang dalam” ujarku sambil terus menata hati dan memukul-mukul kedua pipiku yang tembem. Aku lalu beristigfar

“Astagfirullah”.

Meski aneh tapi hal inilah moment yang sangat aku nantikan sejak lama. Aku ingin berpacaran setelah menikah. Aku ingin merasakan bagaimana rasanya salah tingkah di depan suami dan mengenal pribadinya sejak awal pernikahan.

Kuabaikan semua pesannya. Namun keesokan harinya ia kembali bersua dengan pesan baru yang menambah panjang obrolan kami.

“Ukhti, kalau Saya tidak mau pilih-pilih akhwat. Yang penting akhwatnya baik. Jika ukhti mau dan bersedia terima khitbah Saya. Saya tidak akan memaksa ukhti untuk punya anak. Saya ikhlas membiayai kuliah ukhti sampai selesai. Saya juga ikhlas menunggu ukhti sampai ukhti wisuda. Apakah ukhti akan bersedia?”

Membaca setiap pesannya menambah kencang detak jantungku hingga tak menentu. Jiwa ragaku serasa terbang melayang mengarungi keestetikaan sang fana.

Aku tak tahu sejak kapan. Tapi semenjak kehadirannya. Kurasakan setiap kepenatan yang hadir karena tugas kini kujalani dengan lebih tenang dan bahagia. Aku begitu bahagia dan merasakan ketentraman dalam jiwa.

Menginjak minggu ketiga. Tepatnya malam senin sang ihwan semakin gencar memperlihatkan keseriusannya. Foto wisuda yang tampak beribawa dengan iringan Pesan baru ikut dia posting malam itu

“Saya akan bersabar sampai ukhti mau menerima khitbah Saya. Sekarang Saya semakin memperdalam ilmu agama lewat tarbiyah. Saya akan menabung lebih banyak untuk masa depan Saya dengan ukhti. Ya Allah Saya betul-betul mencintai dan menerima segala kelebihan dan kekurangan ukhti Syifa Nurinsan. Hanya dia yang Saya pilih jadi teman hidup. Satukan kami di dunia dan akhirat serta hindarkanlah kami dari orang-orang yang tidak senang dengan hubungan kami. Aaamiiin”.

Aku sudah gila karena semakin hanyut dibuatnya lewat arus nada indah yang terus ia alirkan lewat pesan. Betapa tidak, folder foto keluarga dan teman kuliahku pun juga ikut jadi sasaran komentarnya. Apalagi setiap usaha dan pernyataan yang ia utarakan semakin menunjukkan keseriusannya hingga rasa indah itu tepat menyentuh sukmaku malam itu. Sapaannya yang hangat dan tutur kata penuh arti lagi mendalam juga ikut menggambarkan tentang pengharapannya yang semakin besar padaku.

Kembali kukontrol perasaanku malam itu. Kucoba berpikir secara logika sambil terus mengingat pesan kedua orang tuaku.

“Inilah dunia maya yang jelas masih sangat bisa diragukan kebenarannya Syifa”.
***
Hari demi hari rasa cintaku kian membuncah. Keinginannya untuk terus menemuiku semakin melelehkan setiap bulir keraguanku. Kulakukan sholat istiharah hingga menceritakannya pada saudara perempuanku. Murabbi yang sering menjadi mak comblang setiap akhwat maupun ikhwan yang ingin menikah juga tahu akan apa yang sedang melanda sanubariku. Mereka pun mengatakan

“Semua tergantung pada diri kamu. Jikalau memang sudah siap mengarungi bahtera rumah tangga maka lanjutkan. Mengingat dia pria yang baik, beragama, mapan, juga dewasa. Ingat, bahwa Ihwan ini tidak sedang main-main dan memang Dia sudah mantap untuk menikah. Jadi katakan apa yang menjadi keputusan kamu agar dia tidak terkatung dalam penantian”.
***
Sudah berapa minggu berlalu. Tapi dia tidak juga beranjak dan tetap bersemayam lembut dalam ingatanku. Malam itu aku diam seribu bahasa. Aku telah dihadapkan pada dua hal yang sama pentingnya. Pertama Aku mencintai ka Asyraf dan ingin serius menjalani hubungan. Tapi disisi lain aku harus menepati janji dan menjalankan pesan kedua orangtuaku untuk menyelesaikan kuliah terlebih dahulu. Kuambil secarik kertas dan kupertimbangkan dengan matang baik buruknya. Hingga kuputuskan dan membalas pesannya malam itu

 “Afwan jiddan ka. Saya tidak bermaksud meragukan apalagi menyakiti. Tapi saya punya janji dan tetap harus melanjutkan kuliah. Intinya saya tidak boleh menikah sebelum menyelesaikan kuliah. Silahkan kakak mengkhitbah akhwat lain karena sekarang saya lebih senang berteman. Semoga kakak mendapatkan yang jauh lebih baik daripada saya. Wassalam”.
Tak kusangka pesanku dia balas secepat kilat

“Tidak apa-apa ukhti. Saya akan terus menunggu sampai ukhti mau menjadi istri Saya. Wassalam”.

Sejak hari itu komunikasi kami betul-betul terhenti. Hari demi hari kucoba untuk melupakannya dengan mengabaikan perasaanku. Tapi hatiku semakin sakit. Apalagi saat mengingat semua pengorbanannya. Kelembutannya dalam membujukku masih Aku rasakan.

Rasanya perjuangan yang ia lakukan sia-sia. Teman hingga murabbi semua diperkenalkannya padaku. Begitu pun dengan cerita perjodohannya di masa lalu yang membuatku semakin mengenal akan sosoknya yang tangguh. Setelah tiga setengah tahun berlalu sejak perkenalan kami. Dia tetap abadi dalam sudut hatiku.

“Ya Allah hikmah apa yang ada dibalik ini semua. Jujur Aku masih sangat mencintainya tapi pesan dari kedua orang tua juga harus aku tunaikan” kututup mulutku dengan kedua tanganku agar tangisku tak didengar oleh keluargaku.

Ka Faiz yang merupakan sahabat karib iparku yang juga telah akrab dengan kedua orang tuaku datang melamar. Tapi hatiku telah terkunci untuk menerima cinta yang lain sejak kehadiran ka Asyraf dalam hidupku. Foto yang ia posting masih kubingkai indah dan telah lama menghiasi kamar tidurku selama beberapa tahun terakhir.

Orang tuaku hanya menggelengkan kepala saat melihat kegilaanku. Sepertinya mereka mulai dipenuhi rasa penuh penyesalan. Mereka mungkin baru menyadari atas sikapnya yang telah melarangku untuk menikah saat itu.
***
Tak kusadari. Berat badanku anjlok 25 kilo. Aku tidak bisa makan hingga pernah diinfus selama 1 bulan di ruang ICU. Bukan karena penyakit yang telah lama aku derita ataupun santet yang aku dapatkan. Tapi karena rasa cintaku yang terlalu dalam padanya. Aku telah melepaskannya pergi.

Kondisi fisik yang kian memburuk membuat orang tuaku semakin panik hingga mengambil cuti kuliah buatku ditengah ujian meja yang akan diselenggarakan beberapa minggu lagi. Namun Aku tidak ingin mengulang kisah pilu yang telah dialami Ka Luna. Dia telah tewas dengan posisi leher tergantung di lantai 3 gedung perkuliahan akibat tertekan karena dipaksa menikah dengan seorang pria yang tidak ia cintai.
  
    Di kesunyian malam tepat malam jum’at pukul 1. Aku terbangun dan langkahku tertuntun menuju arah dapur yang berada di samping kamarku. Pisau tajam yang tergeletak langsung membuatku berpaling pada kerang air yang tiba-tiba mengalir. Aku berwudhu lalu menunaikan sholat lail. Aku pun lalu berdoa

“Apa yang telah kuperbuat selama ini ya Allah. Sungguh Aku telah lalai dan terperdaya oleh perangkap sang Maru. Mohon Ampuni segala dosaku yang selama tiga tahun diam membusuk oleh keestetikaan sang fana. Cumbui Aku dengan semangat dan keikhlasan ya Allah. Kobarkan iman dan takwa dalam hati, jiwa, dan pikiranku hingga ragaku mampu berdiri tegap”. Tangisku tak terbendung lagi.

***
Pagi kembali menyapa dan Aku merasa baru terbangun dari tidur panjangku bagaikan Ashabul Kahfi. Kenangannya masih tersimpan namun tak seperti dulu. Semua telah kuikhlaskan hingga kondisi fisikku kian membaik. Aku pun telah kembali aktif menjalani kuliah dengan kondisi sehat bugar.

Alhamdulillah, Aku telah meraih gelar S1 dan sedang melanjutkan S2. Namun, ujian kembali datang. Ka Asyraf menyelipkan pesan baru diantara pesan lama yang telah kusam termakan waktu.

Ternyata selama ini dia tengah ditugaskan di luar negeri. Hingga komunikasi kami betul-betul putus selama hampir 4 tahun hingga Dia tidak sempat mengucapkan perpisahan keesokan harinya. Betapa bahagianya Aku. Dia juga belum memutuskan untuk menikah dengan akhwat lain.
***
Acara seminar membuka tabir kebahagiaanku saat itu. Kemeja putih, Jas hitam, dasi bermotif, celana kain dan sepatu yang mengkilap membuat salah seorang pemateri tampak gagah nan beribawa saat membawakan materi dalam acara seminar.

Hal membahagiakan itu saat Aku akan beranjak keluar setelah acara. Alim seorang teman semasa kuliah terlihat menghampiriku dengan seorang pemateri yang kukagumi karena membuatku terpukau. Ia tampak mirip dengan foto ka Asyraf. Namun Aku tidak terlalu berharap.

Hingga Alim bercerita dan menyadarkan kami. Inilah pertama kalinya kami bertemu. Alim yang seakan tak sabar menunggu kami untuk bersatu menceritakan bahwa Ka Asyraf sering bercerita padanya tentang diriku. Tak heran karena mereka bekerja pada kantor bahkan ruang yang sama. Dan dari situ pulalah Dia mengenal pribadiku lewat Alim.

“Seperti janji Allah ukhti. Bahwa Allah akan selalu beserta orang-orang yang sabar dan Saya masih bersabar menunggu ukhti. Apakah kesempatan itu masih tersedia untuk saya tanpa ada sekat lagi?”

“Hmmm. Yyyy..... Yah ka. Tentu” Ujarku terbata-bata lalu berakhir dengan nada mantap
Dengan sikap konyol kusuruh Alim mencubit lenganku yang dibalut jubah dengan warna hijau lembut. Ternyata Aku tidak sedang bermimpi. Dia kembali berkata  

“Alhamdulillah ya Allah. Betapa Allah ingin menyatukan kita ukhti. Kita telah dipertemukan pada saat yang tepat. Ukhti saya tidak ingin mengulur waktu lagi. Insya Allah minggu ini juga Saya akan datang kerumah ukhti bersama keluarga besar Saya. Mengingat janji ukhti juga sudah terpenuhi sehingga tidak ada alasan lain. Apakah ukhti bersedia?”

“Dengan senang hati ka. Keluarga, pintu, jendela bahkan bunga-bunga di halaman telah menunggu kehadiran kakak. Semua tentu terbuka lebar menyambut kedatangan kakak dan keluarga minggu ini juga. Betapa moment ini sangat Aku nantikan” Ujarku dengan nada lembut berbalut bahagia

“Pegang janjiku dalam waktu seminggu ini ukhti. Wassalam”

“Wassalam”  

Terik matahari yang menyengat menjadi tak berarti. Yang kutahu saat kami berjumpa kami hanya terus menunjukkan ekspresi wajah bahagia sambil terus melempar senyum manis hingga berpamitan.

   Sungguh kita tidak akan pernah tahu atas apa yang akan terjadi dalam setiap detik perjalanan hidup ini.
***
Tiga hari kemudian. Hpku berdering. Kutinggalkan kakak dan ibu yang sedang sibuk membuat kue di dapur. Aku langsung menuju ruang tamu. Kulihat Alim memanggil dan setelah kuangkat ia lalu berkata dengan nada terbata-bata tanpa spasi

“Assalamu alaikum wr.wb. Ukhti, saya tidak tahu harus mulai dari mana. Tapi sebelumnya saya ingin ukhti kuat mendengar ini dan mampu ikhlas. Ukhti, kedua orang tua Asyraf wafat pagi ini karena kecelakaan pesawat. Yang tidak saya mengerti besok Asyraf harus melangsungkan pernikahan dengan seorang akhwat yang bernama Fitri Almira. Akhwat itu merupakan wasiat dari kedua orangtuanya yang dituliskan sebulan yang lalu. Undangan telah disebar tanpa sepengetahuan Asyraf hingga Asyraf pun seakan tidak sadar dengan apa yang sedang dijalaninya. Semoga ukhti semakin kuat dan mampu bersabar”.

Klik, Hpku langsung jatuh berhamburan di lantai. Kasing dan baterainya pun berserakan entah kemana. Betul-betul menyayat hati hingga nadiku seakan tak berdenyut lagi.

Belum lama Aku merasa bahagia. Sekarang Aku harus kembali terhempas dalam kubangan kesedihan menyayat hati. Rasanya teriris sembilu tapi inilah suratan takdir. Dia harus melangsungkan pernikahan yang kudengar memang sudah direncanakan oleh keluarga besarnya tanpa sepengetahuannya.

Waktu seminggu yang aku berikan untuk datang mengkhitbahku ternyata digunakan untuk menikahi akhwat lain. Undangannya pun ternyata sudah lama disebar. Alim berkata ka Asyraf cuman bisa pasrah dengan keadaan yang semakin tertekan. Yah itu kutahu dari pembicaraanku dengan Alim juga undangan pernikahannya yang datang kerumahku sore itu.
***
Malam itu Aku terpaksa memblokirnya. Sebagai akhir lembaran kisahku dengannya. Sudah kubulatkan tekad untuk berhenti membalas pesannya.

Aku hanya tidak habis pikir. Jika betul dia mencintaiku dengan tulus dan penuh keseriusan mengapa hal itu tidak pernah ia utarakan kepada kedua orang tuanya. Hanya Allah yang berhak menilai atas tindakan yang ia telah lakukan.

Satu hal bahwa semua sudah tertera dalam kitab lauh mahfudz. Aku hanya harus tetap berdiri dan berjalan tegap bahkan bila harus berlari kedepan agar bisa meraih kebahagiaanku bersama pria lain yang akan menjadi teman hidupku kelak. Masa depanku masih panjang dan lembaran kisah baru belum kutorehkan dengan tinta emas yang akan senantiasa aku hiasi dengan cinta dan ketaatan pada suamiku.
***
Empat tahun telah berlalu sejak pernikahannya. Dan Aku masih juga hidup sendiri. Menurut kabar yang beredar kini sang ihwan telah dikaruniai seorang anak perempuan dan laki-laki yang lucu. Sedangkan Aku tetap saja sibuk mengejar cita-citaku.
***
Aku telah meraih gelar S3 dan berprofesi sebagai rektor di salah satu universitas di ibukota. Tepat di usia 30 tahun Aku pun menerbitkan sebuah buku yang berjudul “MENCUMBU KEIKHLASAN”. Tak kusangka. Bukuku laris terjual bahkan ternyata telah mengispirasi banyak wanita di dunia.

Penghargaan demi penghargaan Aku dapatkan. Salah satunya sebagai motivator wanita handal dan salah seorang penulis best seller terbaik dunia. Aku semakin merasakan kepuasan dan ketenangan lewat menulis yang kebanyakan berasal dari pengalaman pribadiku.

Tapi sejak Aku mengecap ketenaran dan sering di beritakan di media berita maupun infotaiment. Membuatku tidak nyaman. Kehidupan pribadiku telah ikut menjadi buah bibir masyarakat yang lebih menjurus pada kisah lamaku bersama ka Asyraf yang berakhir tragis.
***
Keluargaku kaget. Aku telah mengundurkan diri menjadi rektor dan telah memutuskan untuk pindah ke Cleopatra. Negara seribu menara yang lebih dikenal dengan nama Cairo Mesir. Aku ingin memperdalam ilmu agama dan berbagi pengalaman dengan mahasiswa yang sedang menempu study disana selama beberapa tahun.

Ternyata disanalah Tuhan menjabah doaku. Jiwaku ada di Cleopatra.

Aku dipertemukan dengan seorang pria berkebangsaan Indonesia. Kesibukanku mengadakan acara sosial, bedah buku hingga pelatihan menulis ternyata sering ia saksikan secara diam-diam di KBRI. Ia meruapakan sosok yang juga paling berjasa dalam menyukseskan setiap event yang kuadakan.

Satu minggu kami mengenal hingga mantap memutuskan untuk menikah.

Sekarang, Kami telah tinggal disebuah rumah sederhana yang penuh dengan cinta dan kehangatan dengan nuansa islami. Hari-hari kami pun sering dipenuhi dengan cerita lucu nan membahagiakan. Seperti saat aku belajar mengenakan dasinya ataupun saat Dia salah memasukkan bumbu dalam masakan yang sedang kami buat.

Pagi itu sebelum Ka Alif berangkat ke kantor. Tanpa kusadari Dia langsung memelukku erat dari belakang dengan seragam kantornya yang harum semerbak. Sambil memelukku yang sedang sibuk menyiapkan sarapan di dapur. Dia lalu berbisik dengan nada lembut nan menyentuh di telinga kananku

“Ukhti tahu? Setiap postingan itu merasuk lembut sukmaku hingga  Aku luluh dan hanyut terpesona oleh pengutaraan bahasa puitis nan mendalam yang ia utarakan. Akulah sang pengagum rahasia blog Mutiara Hikmah Sanubari. Ukhti, Aku teramat mencintaimu karena Allah. Betapa bersyukurnya Aku yang telah menemukan hatiku dalam relung jiwamu. Aku pamit yah Humairah, masak yang enak yah. Assalamu alaikum wr.wb.” Dia pun berlalu setelah sempat mengecup lembut pipiku yang dipenuhi tepung roti.

“Tuhan kini telah kutemukan jiwaku di Cleopatra” Ujarku dalam hati dengan nada bahagia dan dengan wajah berseri.